POJOKJAMBI.ID
Beranda Daerah Karhutla Jambi Tembus 4.335 Hektare, 189 Hotspot Terdeteksi dalam Sehari

Karhutla Jambi Tembus 4.335 Hektare, 189 Hotspot Terdeteksi dalam Sehari

POJOK JAMBI, JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi masih menjadi perhatian. Berdasarkan data pemantauan pada Senin (12/10/2026), sebanyak 189 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Jambi dalam rentang pukul 00.00 hingga 16.00 WIB. Pada saat yang sama, total luas lahan yang terbakar sejak awal tahun diperkirakan mencapai 4.335,34 hektare.


Jumlah hotspot tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Pada 11 Oktober 2026, tercatat sebanyak 178 titik panas, sehingga terjadi penambahan 11 titik atau sekitar 6,2 persen dalam sehari.


Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi pada pemantauan tersebut, yakni 134 titik. Selanjutnya, Kabupaten Muaro Jambi mencatat 48 titik, sedangkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Sarolangun masing-masing tiga titik. Satu titik lainnya terpantau di Kabupaten Bungo.


Dari keseluruhan titik panas tersebut, satu titik di Tanjung Jabung Timur berada di wilayah aktivitas PetroChina. Sementara itu, di Muaro Jambi terdapat tiga titik di sekitar wilayah sumur minyak Pertamina, serta dua titik di wilayah aktivitas Jadestone di Tanjung Jabung Barat. Data tersebut menunjukkan lokasi yang perlu mendapat perhatian dan verifikasi lebih lanjut, tetapi keberadaan hotspot tidak serta-merta membuktikan adanya kebakaran di fasilitas perusahaan.


Secara kumulatif, jumlah hotspot di Provinsi Jambi sejak 1 Januari hingga 11 Oktober 2026 mencapai 14.052 titik. Tanjung Jabung Timur mencatat angka tertinggi dengan 3.478 titik, disusul Sarolangun sebanyak 2.248 titik dan Muaro Jambi sebanyak 2.053 titik.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi luas lahan terbakar sejak awal tahun hingga 12 Oktober 2026, Kabupaten Batanghari menjadi wilayah dengan luasan terbesar, mencapai 1.348,18 hektare. Berikutnya, Tanjung Jabung Barat tercatat 674,55 hektare, Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Muaro Jambi 626,87 hektare, serta Sarolangun 508,55 hektare.


Kabupaten Tebo mencatat luas lahan terbakar 403,76 hektare, Bungo 86,75 hektare, Merangin 17,30 hektare, dan Kota Jambi 10 hektare. Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh belum mencatat adanya lahan terbakar.


Penambahan kebakaran juga dilaporkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Lokasi terdampak meliputi kawasan Siri-Siri di Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, dengan luas sekitar 2,6 hektare; Desa Talang Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi, sekitar empat hektare; Desa Suban RT 01, Kecamatan Batang Asam, sekitar 0,5 hektare; serta Parit H. Yakub, Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Betara, sekitar 0,7 hektare.


Di sejumlah daerah, upaya pemadaman masih berlangsung. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan Taman Nasional Berbak di Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, dan Desa Labuhan Pering, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kebakaran juga masih ditangani di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam, Kabupaten Muaro Jambi, serta Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.


Khusus di Desa Lubuk Kepayang, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 25 hektare. Pada 12 Oktober, petugas berhasil memadamkan sekitar dua hektare sehingga total area yang telah dipadamkan mencapai kurang lebih enam hektare.
Masih berlangsungnya kebakaran di sejumlah lokasi menunjukkan bahwa upaya penanganan membutuhkan koordinasi berkelanjutan, terutama di kawasan yang sulit dijangkau dan wilayah dengan konsentrasi titik panas tinggi. Pemantauan serta verifikasi lapangan diperlukan untuk memastikan titik panas yang terdeteksi benar-benar berkaitan dengan kebakaran aktif dan menentukan prioritas penanganan.


Di tengah perkembangan tersebut, pembaruan data dan percepatan pemadaman menjadi penting untuk mencegah meluasnya area terdampak. Penanganan karhutla juga perlu disertai langkah pencegahan agar kebakaran baru tidak terus bermunculan dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat dapat ditekan. (BYU)

#PojokJambi #KarhutlaJambi #KabutAsapJambi #HotspotJambi #JambiTerkini #KebakaranHutanDanLahan #LingkunganJambi

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan