PMKRI JAMBI GELAR SEMINAR NASIONAL DAN PELANTIKAN, SOROTI ETIKA HUKUM DI RUANG DIGITAL
JAMBI – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jambi Sanctus Agustinus menggelar Seminar Nasional dan Pelantikan DPC PMKRI periode 2026–2027, Sabtu (31/10/2026). Mengangkat tema “Siber, Etika dan Hukum”, kegiatan ini menyoroti pentingnya kesadaran hukum generasi muda di era digital sekaligus mendorong regenerasi kepemimpinan yang berintegritas.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Wali Kota Jambi Maulana, perwakilan Kejaksaan Tinggi Jambi, Polda Jambi, serta mahasiswa yang tergabung dalam PMKRI.
Ketua Presidium PMKRI Jambi 2025-2026, Ivan Giorgio, menyampaikan bahwa persoalan di ruang digital, seperti penyebaran hoaks dan judi daring, menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Ia menilai pemahaman terhadap etika dan hukum menjadi dasar dalam membentuk karakter serta perilaku yang bertanggung jawab.
Ivan berharap seminar tersebut dapat memperkuat pemahaman generasi muda untuk memanfaatkan ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.Sekda Provinsi Jambi, Sudirman menyebut perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi masyarakat. Namun, kemajuan tersebut juga disertai tantangan, antara lain penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, kebocoran data pribadi, dan penipuan daring.
Sudirman mengapresiasi seminar yang mengangkat isu kesadaran hukum generasi muda. Ia juga menyampaikan data Kementerian Komunikasi dan Digital RI yang menyebut pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 221 juta orang atau 79,5 persen dari total populasi. Ia berharap generasi muda dapat berperan sebagai agen perubahan dalam membangun ruang digital yang aman, sehat, dan berintegritas.
Sementara itu, Kasubdit Kamneg Polda Jambi, AKBP Farouk mengingatkan bahwa jejak digital dapat menjadi perhatian dalam proses rekrutmen, termasuk penerimaan calon anggota Akademi Kepolisian dan Akademi Militer. Ia mengimbau generasi muda menjaga aktivitas di media sosial, menghindari ujaran kebencian dan komentar yang tidak beretika, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Farouk juga menekankan bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital harus disertai tanggung jawab dan tetap memperhatikan ketentuan hukum. Menurutnya, kecepatan penyebaran informasi perlu diimbangi kemampuan menyaring informasi dan mengendalikan diri agar tidak menimbulkan keresahan atau merugikan pihak lain.
Wali Kota Jambi Maulana menyoroti peran strategis generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyebut peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan inovasi perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi serta investasi.
Maulana menilai organisasi kemahasiswaan berperan dalam mempersiapkan calon pemimpin yang kompeten, berintegritas, mampu berkomunikasi, dan dapat berkolaborasi. Ia juga mengingatkan agar pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, tidak mengurangi kepedulian sosial, empati, dan solidaritas terhadap sesama.
Melalui seminar dan pelantikan tersebut, PMKRI Jambi diharapkan dapat memperkuat peran organisasi kemahasiswaan dalam membangun generasi muda yang melek hukum, bijak bermedia digital, serta siap melanjutkan kepemimpinan dengan integritas.







